Posted by: Hasna Diana | August 13, 2008

Tiga Prinsip Berinteraksi dengan Al Quran Selama Ramadhan

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..” (QS Al-Baqarah 2:185)

Berdasarkan firman Allah tersebut di atas, selain sebagai bulan puasa, syahrul shiyam, Ramadhan juga merupakan syahrul Quran.

Maka bukti bahwa kita telah menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Quran apabila kita telah melaksanakan semua prinsip yang ada di dalam petunjuk pelaksanaan berinteraksi dengan Al Quran sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW.

Karakter-karakter dalam berinteraksi dengan Al Quran supaya maksimal hubungan kita dengan Al Quran dalam bulan Ramadhan dijelaskan dalam hadits-hadits Rasulullah sebagai berikut.

Pertama, adanya penyibukan diri dengan Quran.

Dalam sebuah hadits qudsi diriwayatkan, Allah SWT telah berfirman, ”Barangsiapa yang disibukkan dengan Al Qur’an dan berdzikir kepada-Ku, hingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka aku akan memberikan apa yang terbaik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan firman Allah atas perkataan makhluk-Nya adalah seperti keutamaan Allah atas semua makhluknya.” (HR. Turmudzi)

Dalam hadits ini kita menggarisbawahi kata disibukkan. Kata disibukkan di sini menunjukkan bahwa di antara interaksi kita dengan Al Quran adalah penyibukan diri kita dengan Al Quran. Penyibukan itu berarti kita bersedia untuk menjadikan sebagian besar waktu kita untuk Al Quran, maupun tetap memperhatikan keseimbangan dengan kegiatan lain dengan untuk Al Quran, sehingga kita tetap berada dalam terminologi sibuk dengan Al Quran.

Maka tidak mungkin kita bisa sibuk dengan Al Quran kecuali bahwa kita harus bisa mewaspadai waktu-waktu kita agar jangan sampai tersedot oleh hal-hal lain, jangankan yang maksiat, bahkan yang mubah pun harus diwaspadai jangan sampai terjadi berlebihan, seperti tidur. Tidur itu mubah, tapi karena ini Ramadhan, maka harus diwaspadai, jangan sampai waktu kita tersedot untuk tidur yang berlebihan, sehingga kita bukannya sibuk dengan Quran, tapi sibuk dengan tidur, atau hal mubah lainnya seperti televisi dan seterusnya.

Read More…

Posted by: Hasna Diana | February 11, 2008

Quran bicara Ikhlas

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS Al Bayyinah 98:5)

“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS Al Kahfi 16:103-104)

“dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS Asy Syu’araa 26:87-89)

**

Dalam sebuah riwayat, diceritakan bahwa seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah: ”Wahai Baginda Rasul apa yang dimaksud dengan ikhlas?”

Setelah berdiam, Rasulullah memusatkan perhatian, dan menyampaikan pertanyaan serupa kepada Malaikat Jibril As. ”Aku bertanya kepada Jibril As tentang ikhlas, apakah ikhlas itu?”

Lalu Jibril bertanya kepada Tuhan Yang Maha Suci tentang ikhlas, apakah sebenarnya?

Allah SWT menjawab Jibril dengan berfirman, ”Suatu rahasia dari rahasia-KU yang Aku tempatkan di hati hamba-hamba-KU yang Ku-cintai.”

Posted by: Hasna Diana | November 26, 2007

Quran bicara Doa

”Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (40:60)

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (2:186)

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (7:55)

“yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut” (6:63)

“dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (7:56)

“dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.” (32:16)

”Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (21:90)

Posted by: Hasna Diana | November 26, 2007

Quran bicara Tahajjud

Hukum shalat malam

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam” (QS 11:114)

“Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari” (QS 76:26)

“Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit” (QS 73:2-3)

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran…” (QS 73:20)

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka” (QS 25:64)

“Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang” (QS 50:40)

“Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang” (QS 20:130)

 

 

Keutamaan shalat malam

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (QS 17:79)

”Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan” (QS 73:6)

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam” (QS 51:17)

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan” (QS 32:16)

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” (QS 39:9)


 

Posted by: Hasna Diana | November 14, 2007

Kriteria Mukminin dan Pahalanya

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (QS 9:71-72)

Kriteria Mukminin:

1. menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf

2. mencegah dari yang munkar

3. mendirikan shalat

4. menunaikan zakat

5. mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya

“Orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain”

Pahala Mukminin:

* mendapat rahmat oleh Allah

* mendapat surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya

* mendapat tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn

* mendapat keridhaan Allah

dan itu adalah keberuntungan yang besar

Posted by: Hasna Diana | November 13, 2007

Pahala Muttaqin

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman[801]Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.  Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya. ” (QS 15:45-48)

Posted by: Hasna Diana | November 12, 2007

Kriteria Muttaqin

Kriteria Muttaqin

 

Alif laam miin[10]. Kitab[11] (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa[12], (yaitu) mereka yang beriman[13] kepada yang ghaib[14], yang mendirikan shalat[15], dan menafkahkan sebahagian rezki[16] yang Kami berikan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu[17], serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat[18]. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung[19].” (QS 2:1-5)

Kriteria Muttaqin:

1 beriman kepada yang ghaib

2 mendirikan shalat

3 menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka

4 beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepada Muhammad SAW dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad SAW

5 yakin akan adanya (kehidupan) akhirat

Pahala:

1Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka

2Mereka adalah orang-orang yang beruntung

Penjelasan dari Tafsir Ibnu Katsir:

Takwa pada dasarnya berarti menjaga diri dari hal-hal yang dibenci, karena kata takwa berasal dari ”al wiqooyah” (penjagaan).

Diceritakan bahwa Umar bin Khatab pernah bertanya kepada Ubay bin Kaab mengenai takwa, maka Ubay bertanya kepadanya: ”Tidakkah engkau pernah melewati jalan yang berduri?” Umar menjawab: ”Ya” Ia bertanya lagi: ”Lalu apa yang engkau kerjakan?” Ia menjawab: ”Aku berusaha keras dan bekerja sungguh-sungguh untuk menghindarinya” Kemudian ia menuturkan: ”Yang demikian itu adalah takwa”

Read More…

Posted by: Hasna Diana | November 9, 2007

Kriteria Muhsinin

“Alif Laam Miim, Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS 31:1-5)

Kriteria Muhsinin:

1 orang-orang yang menjadikan Al Quran sebagai petunjuk

2 orang-orang yang mendirikan shalat

3 orang-orang yang menunaikan zakat

4 orang-orang yang yakin akan adanya negeri akhirat

Pahala:

Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung (muflihun)

Kajian Tafsir Ibnu Katsir oleh KH Abdul Hasib Hasan, Lc:
(didownload dari: http://www.layananquran.com)

“Alif laam Miim Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat, Menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,” (Luqman: 1-3).

Pengertian Muhsinin
Al Qur’an adalah petunjuk bagi orang yang berbuat baik, Ihsan perbuatannya, orangnya disebut Muhsin, kalau jamak muhsisnin, Ihsan itu ialah kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihatNya padahal kamu tidak melihatNya.

Sifat-sifat Muhsinin

Pertama, muhsiniin adalah orang yang menjadikan Qur’an itu sebagai hidayah Artinya setiap perilakunya selalu sesuai dengan tuntunan Al Qur’an, dan seluruh waktunya penuh berinteraksi dengan Al Qur’an.

Read More…

Posted by: Hasna Diana | November 9, 2007

Orang-orang yang Mendapat Perlindungan Allah

”Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS 2:277)

Kriteria Orang-orang yang Mendapat Perlindungan Allah:

1 orang-orang yang beriman

2 mengerjakan amal saleh

3 mendirikan shalat

4 menunaikan zakat

 

Pahala:

Mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

 

Mengutip dari Tafsir Ibnu Katsir: 

Allah memuji orang-orang yang beriman kepada Rabb mereka, yang senantiasa menaati perintah-Nya, selalu bersyukur dan berbuat baik dengan mendirikan sholat dan mengeluarkan zakat. 

Allah berfirman untuk mengabarkan apa yang telah disediakan untuk mereka berupa kemuliaan, dan bahwasanya mereka pada hari Kiamat kelak termasuk orang-orang yang beriman.

Posted by: Hasna Diana | November 9, 2007

Kriteria Orang yang Benar dan Bertakwa

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS 2:177)

Kriteria:

1 beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi

2 memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, artinya, menyedekahkan hartanya padahal ia sangat mencintai dan menyenanginya.

3 mendirikan shalat

4 menunaikan zakat

5 orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji

6 orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan

 

Mengutip dari Tafsir Ibnu Katsir:

Ayat ini mencakup sendi-sendi yang agung, kaidah-kaidah yang umum dan aqidah yang lurus.

Penafsiran ayat ini adalah ketika pertama kali Allah SWT memerintahkan orang-orang mukmin menghadap Baitul Maqdis kemudian Dia mengalihkan ke Ka’bah, sebagian Ahlul Kitab dan kaum muslimin merasa keberatan.

Maka Allah SWT memberikan penjelasan mengenai hikmah pengalihan kiblat tersebut, yaitu bahwa ketaatan kepada Allah, patuh pada semua perintah-Nya, menghadap ke mana saja yang diperintahkan, dan mengikuti apa yang telah disyari’atkan, inilah yang disebut dengan kebaikan, ketakwaan, dan keimanan yang sempurna.

Mereka inilah orang-orang yang benar”, maksudnya mereka yang telah menyandang sifat-sifat tersebut di atas adalah orang-orang yang benar imannya. Karena mereka telah mewujudkan keimanan hati melalui ucapan dan perbuatan.

Mereka itulah orang-orang yang bertakwa,” karena mereka menjauhi segala hal yang diharamkan, dan mengerjakan berbagai macam ketaatan.

Posted by: Hasna Diana | November 8, 2007

Happy Ending Life

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS 89:27-30)

Posted by: Hasna Diana | November 8, 2007

Orang-orang yang Dicintai Allah

Allah menyukai..

Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik (2:195, 3:134, 3:148)

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri (2:222)

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa (3:76)

Allah menyukai orang-orang yang sabar (3:146)

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya (3:159)

Allah beserta..

Allah beserta orang-orang yang sabar (2:153, 2:249, 8:46, 8:66)

Allah beserta orang-orang yang bertakwa (2:194, 9:36, 9:123)

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman (8:19)

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan (16:128)

Allah tidak menyukai:

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (2:190, 5:87, 7:55)

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (6:141, 7:31)

Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa (2:276)

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir (3:32)

Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim (3:57, 3:140)

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (4:36, 31:18, 57:23)

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong (16:23)

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri (28:76)

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat (8:58)

Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat (22:38)

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa (4:107)

Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya (4:148)

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (5:64, 28:77)

Posted by: Hasna Diana | November 7, 2007

Pahala bagi Muttaqin

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS 65:2-3)

Pahala bagi Muttaqin:

* mendapat jalan keluar

* mendapat rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya

Posted by: Hasna Diana | November 7, 2007

Sebaik-baik Teman

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS 4:69)

[314]. Ialah: orang-orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran Rasul, dan inilah orang-orang yang dikaruniai nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7

Sebaik-baik teman adalah:

1. nabi-nabi

2. shiddiiqiin, orang-orang yang percaya pada kebenaran Rasulullah SAW

3. syuhada, orang-orang yang mati syahid

4. sholihin, orang-orang yang saleh

Syarat:

* taat pada Allah dan Rasul-Nya

Posted by: Hasna Diana | November 7, 2007

Yang Mendapat Perlindungan Allah

”Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[993], dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong.” (QS 22:77-78)

[993]. Maksudnya: dalam kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w.

 

Syarat Mendapat Kemenangan:

1. beriman, ruku’, sujud menyembah kepada Allah

2. berbuat kebajikan

3. berjihad pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya

4. mengikuti agama Ibrahim (Islam)

5. mendirikan sholat

6. menunaikan zakat

7. berpegang pada tali Allah

Pahala:

* perlindungan dan pertolongan Allah

“Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong”

Posted by: Hasna Diana | November 7, 2007

Kriteria Orang yang Beriman

”Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud[1192] seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya[1193] dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS 32:15-17)

[1192]. Maksudnya mereka sujud kepada Allah serta khusyuk. Disunahkan mengerjakan sujud tilawah apabila membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah yang seperti ini.

[1193]. Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam.

Kriteria Orang yang Beriman:

1. orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Ilahi (ayat sajadah) mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya (sujud tilawah)

2. orang-orang yang tidak sombong

3. orang-orang yang rajin qiyamul lail

4. orang-orang yang berdoa kepada Allah dengan penuh rasa takut dan harap

5. orang-orang yang menafkahkan rezki diberikan ALlah padanya

Pahala:

* berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang

 

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.