Posted by: Hasna Diana | August 13, 2008

Tiga Prinsip Berinteraksi dengan Al Quran Selama Ramadhan

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..” (QS Al-Baqarah 2:185)

Berdasarkan firman Allah tersebut di atas, selain sebagai bulan puasa, syahrul shiyam, Ramadhan juga merupakan syahrul Quran.

Maka bukti bahwa kita telah menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Quran apabila kita telah melaksanakan semua prinsip yang ada di dalam petunjuk pelaksanaan berinteraksi dengan Al Quran sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW.

Karakter-karakter dalam berinteraksi dengan Al Quran supaya maksimal hubungan kita dengan Al Quran dalam bulan Ramadhan dijelaskan dalam hadits-hadits Rasulullah sebagai berikut.

Pertama, adanya penyibukan diri dengan Quran.

Dalam sebuah hadits qudsi diriwayatkan, Allah SWT telah berfirman, ”Barangsiapa yang disibukkan dengan Al Qur’an dan berdzikir kepada-Ku, hingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka aku akan memberikan apa yang terbaik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan firman Allah atas perkataan makhluk-Nya adalah seperti keutamaan Allah atas semua makhluknya.” (HR. Turmudzi)

Dalam hadits ini kita menggarisbawahi kata disibukkan. Kata disibukkan di sini menunjukkan bahwa di antara interaksi kita dengan Al Quran adalah penyibukan diri kita dengan Al Quran. Penyibukan itu berarti kita bersedia untuk menjadikan sebagian besar waktu kita untuk Al Quran, maupun tetap memperhatikan keseimbangan dengan kegiatan lain dengan untuk Al Quran, sehingga kita tetap berada dalam terminologi sibuk dengan Al Quran.

Maka tidak mungkin kita bisa sibuk dengan Al Quran kecuali bahwa kita harus bisa mewaspadai waktu-waktu kita agar jangan sampai tersedot oleh hal-hal lain, jangankan yang maksiat, bahkan yang mubah pun harus diwaspadai jangan sampai terjadi berlebihan, seperti tidur. Tidur itu mubah, tapi karena ini Ramadhan, maka harus diwaspadai, jangan sampai waktu kita tersedot untuk tidur yang berlebihan, sehingga kita bukannya sibuk dengan Quran, tapi sibuk dengan tidur, atau hal mubah lainnya seperti televisi dan seterusnya.

Read More…

Posted by: Hasna Diana | June 12, 2008

Ringkasan Keutamaan Bulan Ramadhan

Ringkasan Keutamaan Bulan Ramadhan

Allah Swt. berfirman:
Artinya: “Bulan Ramadhan, yang pada bulan itu Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk buat manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu, dan sebagai pemisah (yang haq dan yang batil).” (QS Al Baqarah: 185).

RINGKASAN KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

Tidak lama lagi Bulan Ramadhan, bulan yang penuh rahmat dan berkah yang senantiasa dinanti dan dirindukan, akan menjelang. Salah satu persiapan yang perlu kita lakukan adalah persiapan fikriyah, yaitu terkait dengan keilmuan dan pengetahuan, misalnya dengan me-refresh kembali segala hal yang terkait dengan Bulan Ramadhan tsb, baik dari hukum-hukum berpuasa, keutamaannya dll.

Diharapkan dengan persiapan fikriyah tadi, selain dapat menyegarkan kembali ingatan kita tentang fiqh puasa misalnya, juga dapat menjadi ‘pendorong semangat’ kita untuk bersegera dan bergembira dalam menyambutnya serta beramal shalih di dalamnya. Dan untuk memenuhi persiapan fikriyah tersebutlah tulisan ringan ini dimaksudkan.

Bulan Penuh Berkah dan Rahmat
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu: Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:
Artinya: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

Read More…

Posted by: Hasna Diana | June 11, 2008

Get Ready for Ramadhan

Marhaban yaa Ramadhan..

Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al Baqarah 2:183)

Rasulullah bersabda: “Hai manusia, telah menjelang kepada kalian bulan yang sangat agung yang penuh dengan barokah, yang di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan di mana yang Allah telah menjadikan puasa di dalamnya sebagai puasa wajib, qiyamullailnya sunnah, barangsiapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan amalan wajib tujuh puluh kali pada bulan lainnya…” (HR. Ibnu Hujaimah, beliau berkata: hadits ini adalah hadits shahih)

Bulan Ramadhan adalah bulan agung yang berlimpah rahmat dan ampunan, berlimpah berkah dan pahala, oleh karena itu, sudah seyogyanya kita melakukan persiapan terbaik untuk menyambutnya, sehingga kita dapat meraih derajat taqwa, serta memperoleh maghfirah-NYA.

Bulan Rajab dan Sya’ban boleh dikiaskan sebagai masa pemanasan (warming up), sehingga ketika memasuki Ramadhan, kita sudah terbiasa menjalani ibadah shaum dan amalan lainnya. Dengan demikian, ibadah Ramadhan menjadi puncak tertinggi amaliyah dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Read More…

Posted by: Hasna Diana | June 11, 2008

Taujih Ketua DSP PKS Dalam Menyambut Ramadhan

Taujih Ketua DSP PKS Dalam Menyambut Ramadhan
Ust. Surahman Hidayat (Ketua Dewan Syariah Pusat PKS)

Ada beberapa hal yang istimewa sehubungan dengan penyelenggaraan Tarhib Ramadhan pada tahun ini, khususnya untuk kita para kader dakwah di DKI Jakarta.

Keistimewaan pertama bahwa posisi Tarhib Ramadhan pada tahun ini berada dalam rangkaian “kemenangan” Pilkada di DKI Jakarta. Kemenangan ini menjadi modal untuk memastikan diraihnya kemenangan di bulan Ramadhan, karena kita tidak ingin kalah dengan datangnya bulan suci Ramadhan.

Keistimewaan kedua bahwa tarhib ini juga diadakan setelah diselenggarakannya Rapimnas. Rapimnas ini untuk memperkokoh
sarat-sarat kemenangan yang ditegaskan dalam dua kata kunci yaitu
pemantapan kapasitas kepemimpinan dan pelayanan.

Kapasitas kepemimpinan yang kita pahami adalah kapasitas keteladanan.
Kemudian Keteladanan ini didukung dengan kepasatitas pelayanan kepada
seluruh warga masyarakat.

Read More…

Posted by: Hasna Diana | June 11, 2008

Doa Menyambut Ramadhan

Allahumma bariklana fii Rajaba wa Sya’ban, wa balighna ilaa Ramadhan

Ya Allah berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah usia kami pada bulan Ramadhan.


note :)

Walaupun haditsnya dhaif, namun tak ada salahnya doa ini diamalkan, secara, ini doa yang baik.

Posted by: Hasna Diana | June 11, 2008

PKS: 3 Pesan Ramadhan

3 Pesan Ramadhan PKS

1. Kokohkan Diri

Ramadhan saat tepat memacu amal menuju
peningkatan rohani, pemikiran dan fisik.
Puasa itu menyehatkan dan mencerdaskan.

2. Makmurkan Masjid

Ramadhan menjadikan masjid sebagai
pusat kegiatan dan komando untuk
menggerakkan ummat melakukan amal saleh.

3. Layani Ummat

Ramadhan waktunya untuk melayani ummat.
Membantu yang susah. Mengajar yang tertinggal.
Menegur yang lalai. Membela yang dizalimi.

Insya Allah jika kita melakukan ini semua,
derajat takwa akan kita raih. Amin.

note :)

Itu merupakan 3 Pesan Ramadhan 1428 H, di mana PKS mengusung tema: “Ramadhan Bulan Peningkatan Kualitas, Pelayanan Dan Penokohan Kader Menuju Kemenangan Dakwah”

Bulan Ramadlan : Stasiun Besar Musafir Iman

Ustadz KH Rahmat Abdullah

Tak pernah air melawan qudrat yang ALLAH ciptakan untuknya, mencari dataran rendah, menjadi semakin kuat ketika dibendung dan menjadi nyawa kehidupan.

Lidah api selalu menjulang dan udara selalu mencari daerah minimum dari kawasan maksimum, angin pun berhembus.

Edaran yang pasti pada keluarga galaksi, membuat manusia dapat membuat mesin pengukur waktu, menulis sejarah, catatan musim dan penanggalan.

Semua bergerak dalam harmoni yang menakjubkan.

Ruh pun – dengan karakternya sebagai ciptaan ALLAH – menerobos kesulitan mengaktualisasikan dirinya yang klasik saat tarikan gravitasi ‘bumi jasad’ memberatkan penjelajahannya menembus hambatan dan badai cakrawala.

Kini – di bulan ini – ia jadi begitu ringan, menjelajah ‘langit ruhani’.

Carilah bulan – diluar Ramadlan – saat orang dapat mengkhatamkan tilawah satu, dua, tiga sampai empat kali dalam sebulan.

Carilah momentum saat orang berdiri lama di malam hari menyelesaikan sebelas atau dua puluh tiga rakaat.

Carilah musim kebajikan saat orang begitu santainya melepaskan ‘ular harta’ yang membelitnya.

Inilah momen yang membuka seluas-luasnya kesempatan ruh mengeksiskan dirinya dan mendekap erat-erat fitrah dan karakternya.

Marhaban ya Syahra Ramadlan

Marhaban Syahra’ Shiyami

Marhaban ya Syahra Ramadlan

Marhaban Syahra’l Qiyami

Read More…

Posted by: Hasna Diana | June 10, 2008

Khutbah Rasulullah Menyambut Bulan Ramadhan

Wahai manusia!

Sesungguhnya telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat, dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan do’a mu di ijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam (puasa) dan membaca kitab-Nya (Al Qur’an).

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan agung ini.

Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari Qiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara’ dan masakin.

Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jagalah lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.

Kasihanilah anak-anak yatim niscaya dikasihani manusia anak-anak yatimumu.

Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.

Read More…

Posted by: Hasna Diana | February 11, 2008

Quran bicara Ikhlas

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS Al Bayyinah 98:5)

“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS Al Kahfi 16:103-104)

“dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS Asy Syu’araa 26:87-89)

**

Dalam sebuah riwayat, diceritakan bahwa seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah: ”Wahai Baginda Rasul apa yang dimaksud dengan ikhlas?”

Setelah berdiam, Rasulullah memusatkan perhatian, dan menyampaikan pertanyaan serupa kepada Malaikat Jibril As. ”Aku bertanya kepada Jibril As tentang ikhlas, apakah ikhlas itu?”

Lalu Jibril bertanya kepada Tuhan Yang Maha Suci tentang ikhlas, apakah sebenarnya?

Allah SWT menjawab Jibril dengan berfirman, ”Suatu rahasia dari rahasia-KU yang Aku tempatkan di hati hamba-hamba-KU yang Ku-cintai.”

Posted by: Hasna Diana | November 26, 2007

Quran bicara Doa

”Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (40:60)

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (2:186)

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (7:55)

“yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut” (6:63)

“dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (7:56)

“dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.” (32:16)

”Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (21:90)

Posted by: Hasna Diana | November 26, 2007

Quran bicara Tahajjud

Hukum shalat malam

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam” (QS 11:114)

“Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari” (QS 76:26)

“Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit” (QS 73:2-3)

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran…” (QS 73:20)

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka” (QS 25:64)

“Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang” (QS 50:40)

“Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang” (QS 20:130)

 

 

Keutamaan shalat malam

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (QS 17:79)

”Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan” (QS 73:6)

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam” (QS 51:17)

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan” (QS 32:16)

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” (QS 39:9)


 

Posted by: Hasna Diana | November 14, 2007

Kriteria Mukminin dan Pahalanya

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (QS 9:71-72)

Kriteria Mukminin:

1. menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf

2. mencegah dari yang munkar

3. mendirikan shalat

4. menunaikan zakat

5. mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya

“Orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain”

Pahala Mukminin:

* mendapat rahmat oleh Allah

* mendapat surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya

* mendapat tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn

* mendapat keridhaan Allah

dan itu adalah keberuntungan yang besar

Posted by: Hasna Diana | November 13, 2007

Pahala Muttaqin

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman[801]Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.  Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya. ” (QS 15:45-48)

Posted by: Hasna Diana | November 12, 2007

Kriteria Muttaqin

Kriteria Muttaqin

 

Alif laam miin[10]. Kitab[11] (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa[12], (yaitu) mereka yang beriman[13] kepada yang ghaib[14], yang mendirikan shalat[15], dan menafkahkan sebahagian rezki[16] yang Kami berikan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu[17], serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat[18]. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung[19].” (QS 2:1-5)

Kriteria Muttaqin:

1 beriman kepada yang ghaib

2 mendirikan shalat

3 menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka

4 beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepada Muhammad SAW dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad SAW

5 yakin akan adanya (kehidupan) akhirat

Pahala:

1Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka

2Mereka adalah orang-orang yang beruntung

Penjelasan dari Tafsir Ibnu Katsir:

Takwa pada dasarnya berarti menjaga diri dari hal-hal yang dibenci, karena kata takwa berasal dari ”al wiqooyah” (penjagaan).

Diceritakan bahwa Umar bin Khatab pernah bertanya kepada Ubay bin Kaab mengenai takwa, maka Ubay bertanya kepadanya: ”Tidakkah engkau pernah melewati jalan yang berduri?” Umar menjawab: ”Ya” Ia bertanya lagi: ”Lalu apa yang engkau kerjakan?” Ia menjawab: ”Aku berusaha keras dan bekerja sungguh-sungguh untuk menghindarinya” Kemudian ia menuturkan: ”Yang demikian itu adalah takwa”

Read More…

Posted by: Hasna Diana | November 9, 2007

Kriteria Muhsinin

“Alif Laam Miim, Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS 31:1-5)

Kriteria Muhsinin:

1 orang-orang yang menjadikan Al Quran sebagai petunjuk

2 orang-orang yang mendirikan shalat

3 orang-orang yang menunaikan zakat

4 orang-orang yang yakin akan adanya negeri akhirat

Pahala:

Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung (muflihun)

Kajian Tafsir Ibnu Katsir oleh KH Abdul Hasib Hasan, Lc:
(didownload dari: www.layananquran.com)

“Alif laam Miim Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat, Menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,” (Luqman: 1-3).

Pengertian Muhsinin
Al Qur’an adalah petunjuk bagi orang yang berbuat baik, Ihsan perbuatannya, orangnya disebut Muhsin, kalau jamak muhsisnin, Ihsan itu ialah kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihatNya padahal kamu tidak melihatNya.

Sifat-sifat Muhsinin

Pertama, muhsiniin adalah orang yang menjadikan Qur’an itu sebagai hidayah Artinya setiap perilakunya selalu sesuai dengan tuntunan Al Qur’an, dan seluruh waktunya penuh berinteraksi dengan Al Qur’an.

Read More…

Posted by: Hasna Diana | November 9, 2007

Orang-orang yang Mendapat Perlindungan Allah

”Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS 2:277)

Kriteria Orang-orang yang Mendapat Perlindungan Allah:

1 orang-orang yang beriman

2 mengerjakan amal saleh

3 mendirikan shalat

4 menunaikan zakat

 

Pahala:

Mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

 

Mengutip dari Tafsir Ibnu Katsir: 

Allah memuji orang-orang yang beriman kepada Rabb mereka, yang senantiasa menaati perintah-Nya, selalu bersyukur dan berbuat baik dengan mendirikan sholat dan mengeluarkan zakat. 

Allah berfirman untuk mengabarkan apa yang telah disediakan untuk mereka berupa kemuliaan, dan bahwasanya mereka pada hari Kiamat kelak termasuk orang-orang yang beriman.

Older Posts »

Categories