Posted by: Hasna Diana | November 12, 2007

Kriteria Muttaqin

Kriteria Muttaqin

 

Alif laam miin[10]. Kitab[11] (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa[12], (yaitu) mereka yang beriman[13] kepada yang ghaib[14], yang mendirikan shalat[15], dan menafkahkan sebahagian rezki[16] yang Kami berikan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu[17], serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat[18]. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung[19].” (QS 2:1-5)

Kriteria Muttaqin:

1 beriman kepada yang ghaib

2 mendirikan shalat

3 menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka

4 beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepada Muhammad SAW dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad SAW

5 yakin akan adanya (kehidupan) akhirat

Pahala:

1Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka

2Mereka adalah orang-orang yang beruntung

Penjelasan dari Tafsir Ibnu Katsir:

Takwa pada dasarnya berarti menjaga diri dari hal-hal yang dibenci, karena kata takwa berasal dari ”al wiqooyah” (penjagaan).

Diceritakan bahwa Umar bin Khatab pernah bertanya kepada Ubay bin Kaab mengenai takwa, maka Ubay bertanya kepadanya: ”Tidakkah engkau pernah melewati jalan yang berduri?” Umar menjawab: ”Ya” Ia bertanya lagi: ”Lalu apa yang engkau kerjakan?” Ia menjawab: ”Aku berusaha keras dan bekerja sungguh-sungguh untuk menghindarinya” Kemudian ia menuturkan: ”Yang demikian itu adalah takwa”


beriman kepada yang ghaib

Iman menurut syari’at tidak mungkin ada kecuali yang diwujudkan melalui keyakinan, ucapan, dan amal perbuatan.

Mengenai firman Allah ”beriman kepada yang ghaib,” Abu Ja’far ar-Razi menceritakan, dari ar-Rabi’ bin Anas, dari Abu al-’Aliyah, ia mengatakan, ”Mereka beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, surga dan neraka serta pertemuan dengan Allah, dan juga beriman akan adanya kehidupan setelah kematian ini, serta adanya kebangkitan.”

mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka

Seringkali Allah SWT mempersandingkan antara sholat dan infak (zakat). Sholat merupakan hak Allah sekaligus sebagai bentuk ibadah kepada-Nya, dan ia mencakup pengesaan, penyanjungan, pengharapan, pemujaan, pemanjatan doa, serta tawakkal kepada-Nya. Sedangkan infak merupakan salah satu bentuk perbuatan baik kepada sesama makhluk dengan memberikan manfaat kepada mereka. Dan yang paling berhak mendapatkannya adalah keluarga, kaum kerabat, serta orang-orang terdekat. Dengan demikian segala bentuk nafkah dan zakat yang wajib tercakup dalam ayat 3 tersebut.

beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepada Muhammad SAW dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad SAW, dan yakin akan adanya (kehidupan) akhirat

Empat ayat pertama dari surat Al Baqarah menyifati orang-orang yang beriman. Keempat ayat tersebut bersifat umum bagi setiap mukmin yang menyandang sifat-sifat tersebut, baik dari kalangan bangsa Arab maupun non Arab serta Ahlul Kitab, baik ummat manusia maupun jin. Bahkan masing-masing sifat saling menuntut adanya sifat yang lainnya. Dengan demikian, iman kepada yang ghaib, sholat dan zakat tidak dianggap benar kecuali dengan adanya iman kepada apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW, juga apa yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya serta keyakinan akan adanya kehidupan akhirat.

Pahala

Maka jika mereka masuk Islam dan beriman kepadanya secara terperinci, bagi mereka tersedia dua pahala. “Yang tetap mendapat petunjuk,” maksudnya mereka senantiasa mendapat pancaran cahaya, penjelasan, serta petunjuk darai Allah SWT. “Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung,” yaitu orang-orang yang mendapatkan apa yang mereka inginkan dan yang selamat dari kejahatan yang mereka jauhi.

Keterangan index:

[10]. Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: alif laam miim, alif laam raa, alif laam miim shaad dan sebagainya. Diantara ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. Golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.

[11]. Tuhan menamakan Al Quran dengan Al Kitab yang di sini berarti yang ditulis, sebagai isyarat bahwa Al Quran diperintahkan untuk ditulis.

[12]. Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.

[13]. Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.

[14]. Yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. Percaya kepada yang ghjaib yaitu, mengi’tikadkan adanya sesuatu yang maujud yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya Allah, Malaikat-Malaikat, Hari akhirat dan sebagainya.

[15]. Shalat menurut bahasa ‘Arab: doa. Menurut istilah syara’ ialah ibadat yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah. Mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melangkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu’, memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.

[16]. Rezki: segala yang dapat diambil manfaatnya. Menafkahkan sebagian rezki, ialah memberikan sebagian dari harta yang telah direzkikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang disyari’atkan oleh agama memberinya, seperti orang-orang fakir, orang-orang miskin, kaum kerabat, anak-anak yatim dan lain-lain.

[17]. Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad s.a.w. ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Quran seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al Quran yang diturunkan kepada para Rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril a.s., lalu Jibril menyampaikannya kepada Rasul.

[18]. Yakin ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun. Akhirat lawan dunia. Kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia berakhir. Yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.

[19]. Ialah orang-orang yang mendapat apa-apa yang dimohonkannya kepada Allah sesudah mengusahakannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: